Dinding Penahan Tanah Continous Pile dengan Soldier Bore Pile dan Bentonite Bore Pile

Dinding Penahan Tanah Continous Pile dengan Soldier Bore Pile dan Bentonite Bore Pile


jenis konstruksi penahan Soldier Bore Pile dan Bentonite Bore Pile merupakan konstruksi dinding penahan tanah yang digunakan untuk menahan tekanan lateral tanah aktif pada konstruksi bawah tanah seperti pada konstruksi basement suatu bangunan sama seperti jenis konstruksi dinding penahan diaphragm wall. 

Soldier Bore Pile dan Bentonite Bore Pile juga biasanya dikombinasikan dengan sistem ankur/anchord untuk meningkatkan daya dukung terhadap tekanan aktif lateral tanah dan berfungsi sebagai pemutus aliran air bawah tanah (Cut Off). Continguous pile dibuat di tempat in-situ dengan sistem bore pile berupa rangkaian besi beton bertulang maupun menggunakan profil baja serta dikombinasikan dengan bentonit dan dirangkai membentuk dinding penahan yang padat.

1. Peningkatan fleksibilitas dan kekuatan konstruksi.

2. Peningkatan kekakuan dinding dibandingkan dengan sheet pile.

3. Dapat dipasang di tanah yang sulit (jalan berbatu / batu besar).


Kerugian utama dari dinding tumpukan garis potong adalah:

1. Toleransi vertikal mungkin sulit dicapai.

2. Kemungkinan adanya kebocoran pada sambungan.

3. Biaya lebih mahal dibandingkan dengan sheet pile.
Selengkapnya... »

PRE BORING TIANG PANCANG

PREBORING SEBELUM PEMANCANGAN


Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi pengalaman proyek mengenai pekerjaan Preboring tiang pancang, Pekerjaan preboring sebelum pemancangan diperlukan apabila berdasarkan hasil soil test terdapat lensa atau lapisan tanah keras tipis yang tidak memungkinkan dijadikan tumpuan ujung tiang pancang (end bearing), namun lensa tersebut tidak dapat ditembus dengan pemancangan langsung sehingga diperlukan proses preboring untuk melubangi lensa tersebut agar dapat ditembus tiang pancang saat pemancangan, dan didapatkan kedalaman tiang pancang sesuai dengan perencanaan pondasi tiang pancang. 

Setelah proses preboring mencapai kedalaman lensa dan dipastikan lensa tersebut sudah ditembus mata bor maka pengeboran dihentikan sampai menembus lensa. Selanjutnya dilakukan proses pemancangan.

Untuk penggunaan ukuran mata bor disesuaikan dengan ukuran tiang pancang, idealnya ukuran mata bor lebih kecil dari ukuran tiang pancang supaya didapatkan friksi tiang pancang yang maksimal, namun ada kalanya meskipun ukuran mata bor sudah sama dengan ukuran tiang pancang, namun saat pemancangan dilaksanakan tiang pancang tidak dapat menembus lensa tersebut, hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan diantaranya terjadi longsoran didalam lubang bor ataupun memang kondisi tanahnya yang cukup keras. Hal ini menimbulkan permasalahan baru yaitu, kondisi tiang pancang yang sudah tertanam menjadi gantung karena kedalaman pengeboran lebih dalam dibandingkan dengan tiang pancang yang tertanam sihingga tiang pancang tersebut harus diganti, dengan cara digeser titiknya sesuai perhitungan perencanaan. karena tiang pancang yang gantung tersebut tidak dapat dihitung kontribusinya untuk menahan beban gedung.
Hal ini mengakibatkan cost tambahan yang tak terduga.

Itulah tadi sekelumit pengalaman mengenai preboring tiang pancang , semoga bermanfaat.

Selengkapnya... »